Adakah Puasa Khusus Nisfu Sya'ban?

Bulan
Sebagaimana telah disinggung sebelumnya di postingan Amalan Malam Nisfu Sya'ban bahwa tradisi yang biasa dipelihara terkait dengan nisfu Sya'ban atau yang berarti pertengahan bulan Sya'ban, adalah sholat malam dan puasa khusus nisfu Sya'ban.

Jika sebelumnya sudah kita ketahui bahwa tidak ditemukan tuntunan dari Rosululloh SAW. terkait sholat malam berjama'ah nisfu Sya'ban bahkan hingga 100 raka'at sebagaimana biasa dilakukan sekelompok umat Muslim selama ini, lantas bagaimana dengan puasa/shaum khusus di hari nisfu Sya'ban?

Tidak ditemukan hadits shahih yang mengajarkan puasa/shaum khusus di hari nisfu Sya'ban. Adapun dalil yang kerap digunakan oleh para pelaksana shaum khusus nisfu Sya'ban yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah itu telah kita ketahui bersama memiliki sanad lemah (dhaif). Isi selengkapnya hadits tersebut adalah:
"Malam nisfu Sya'ban, maka hidupkanlah dengan sholat dan puasalah pada siang harinya, sesungguhnya Alloh turun ke langit dunia pada malam itu, lalu Alloh berfirman: "Orang yang meminta ampunan akan Aku ampuni, orang yang meminta rizqi akan Aku beri dia rizqi, orang-orang yang mendapatkan cobaan maka aku bebaskan, hingga fajar menyingsing."
(HR. Ibnu Majah)
Meskipun oleh sebagian Ulama berpendapat bahwa hadis lemah (dhaif) tetap dapat digunakan untuk Fadlail A'mal (keutamaan amal).

Dalil Puasa Sya'ban yang Shahih

Riwayat yang shahih bahwa Rosululloh SAW. banyak melakukan puasa pada bulan Sya'ban, seperti diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Aisyah berikut ini:
"Tidaklah aku melihat Rasulullah menyempurnakan puasa satu bulan kecuali bulan Ramadhan. Dan aku menyaksikan bulan yang paling banyak Beliau berpuasa (selain Ramadhan) adalah Sya'ban. Beliau berpuasa (selama) bulan Sya'ban kecuali hanya sedikit (hari saja yang Beliau tidak berpuasa).''
Namun, tidak ada satu dalil pun yang shahih bahwa Rosululloh SAW. melakukan puasa khusus (di hari) nisfu Sya'ban. Dengan kata lain, Rosululloh banyak melakukan puasa di hari-hari bulan Sya'ban dan tidak pernah mengkhususkan puasa hanya di hari nisfu Sya'ban saja.

Semoga penjelasan ini memberi manfaat dan jangan malah mengurangi semangat beribadah kita pada malam dan siang bulan Sya'ban. Perbanyaklah ibadah sunnah seperti yang dicontohkan Rosululloh dalam riwayat Bukhari di atas. Serta, hindari ritual-ritual khusus yang dikerjakan bersama-sama dengan cara serta bacaan tertentu karena di sinilah titik khilafiah/perbedaan pendapatnya, agar amalan-amalan kita diterima Alloh SWT. karena amalan yang tiada tuntunannya dari Rosululloh pastilah tertolak.

Wallohu a'lam bish shawab.

Amalan Malam Nisfu Sya'ban

Bulan
Semalam melalui pengeras suara, pengurus masjid depan rumahku mengumumkan bahwa malam nanti (semalam) akan diadakan dzikir dan do'a bersama menyambut malam nisfu Sya'ban (malam pertengahan bulan Sya'ban). Dan hari ini, Ahad (17/07), sebuah pondok pesantren ternama di dekat rumahku juga mengadakan tabligh akbar terkait nisfu Sya'ban.

Lantas, bagaimana Islam memandang hal ini? Adakah amalan-amalan khusus terkait dengan malam Nisfu Sya'ban? Ifat coba berbagi sedikit disini...

Apa Itu Malam Nisfu Sya'ban?

Nisfu Sya'ban berasal dari kata Nisfu (bahasa Arab) yang berarti separuh atau pertengahan, Sya'ban adalah nama bulan ke-8 dalam kalender Islam. Dengan demikian nisfu sya'ban berarti pertengahan bulan Sya'ban.

Dalil Ibadah Malam Nisfu Sya'ban

Kemudian apakah Nabi SAW. melakukan ibadah-ibadah tertentu didalam malam nisfu sya'ban?

Dalil yang kerap digunakan oleh sekelompok masyarakat Muslim untuk melakukan amalan ibadah khusus di malam nisfu sya'ban adalah yang diriwayatkan dari Ali, bahwa Rosululloh SAW. bersabda:
"Malam nisfu Sya'ban, maka hidupkanlah dengan sholat dan puasalah pada siang harinya, sesungguhnya Alloh turun ke langit dunia pada malam itu, lalu Alloh berfirman: "Orang yang meminta ampunan akan Aku ampuni, orang yang meminta rizqi akan Aku beri dia rizqi, orang-orang yang mendapatkan cobaan maka aku bebaskan, hingga fajar menyingsing."
(HR. Ibnu Majah)

Namun ternyata hadits ini bersanad lemah (dhaif). Hal ini berarti tidak dapat dijadikan pegangan untuk melaksanakan sholat khusus dengan jumlah rakaat tertentu dalam malam nisfu Sya'ban maupun melakukan puasa khusus nisfu Sya'ban.

Sementara sebagian Ulama berpendapat bahwa hadis lemah (dhaif) dapat digunakan untuk Fadlail A'mal (keutamaan amal). Walaupun hadis-hadis tersebut tidak sahih, namun melihat dari hadis-hadis lain yang menunjukkan keutamaan bulan Sya'ban, dapat diambil kesimpulan bahwa malam nisfu Sya'ban jelas mempunyai keutamaan dibandingkan dengan malam-malam lainnya.

Tradisi Malam Nisfu Sya'ban

Pada malam ini biasanya sebagian kalangan umat Islam mengisinya dengan berkumpul di masjid untuk melakukan sholat malam berjama'ah bahkan hingga 100 rakaat. Dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yaasiin tiga kali berjamaah dengan niat semoga diberi umur panjang, diberi rizki yang banyak dan barokah, serta ditetapkan imannya.

Setelah pembacaan Surat Yaasiin biasanya diteruskan dengan salat Awwabin atau salat Tasbih. Setelah itu biasanya dilanjutkan dengan ceramah agama atau langsung makan-makan.

Lantas, bagaimana merayakan malam nisfu Sya'ban yang sesuai tuntunan syariat Islam?

Adalah dengan memperbanyak ibadah, sholat malam, dzikir, membaca Al-Qur'an, berdo'a dan amal-amal shalih lainnya, namun sebagaimana yang dilakukan Rosululloh SAW., yaitu dengan secara sendiri-sendiri. Adapun meramaikan malam nisfu Sya'ban dengan berlebih-lebihan seperti dengan sholat malam berjamaah ataupun tradisi lain sebagaimana dituliskan diatas, Rosululloh tidak pernah melakukannya.

Apalagi sampai melakukan sholat malam nisfu Sya'ban sebanyak 100 raka'at ini sama sekali tidak ada dalilnya dan termasuk bid'ah. Syaikh Abdurrahman bin Ismail al-Muqaddisi telah mentahqiq masalah ini. Demikian juga tidak ada do'a khusus untuk malam nisfu Sya'ban, namun cukup dengan do'a-do'a umum terutama do'a yang telah diajarkan Rosululloh.

Demikian sedikit share Ifat terkait amalan di malam nisfu Sya'ban. Selanjutnya Ifat akan coba menulis perihal puasa nisfu Sya'ban. Semoga menjadi pencerahan buat semua dan menghindarkan diri kita dari perkara-perkara yang tidak ada tuntunannya dari Rosululloh SAW. Mohon maaf atas kesalahan, silahkan jika ada yang ingin memberi koreksi akan senang sekali diterima... :)
 

Mom Blog Published @ 2014 by Ipietoon